Rabu, 17 September 2014

Keramik Dinasti Cing Abad 18
Ditemukan di Semarang

Yogyakarta - Mencoba menemukan
sisa benteng di Semarang, Jawa Tengah, tim Balai
Arkeologi Yogyakarta malah menemukan keramik
kuno dari Dinasti Cing atau abad ke 18. Ada lebih
dari 100 fragmen pecahan keramik Dinasti Cing,
logam, tembikar, dan tulang binatang yang
ditemukan.
Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama
Semarang Novida Abbas mengatakan, benda-
benda tersebut kini dikumpulkan untuk diteliti.
"Kita cuci, jemur, kering, dan pisahkan. Ada
sekitar 100-an fragmen campuran. Kalau keramik
ada 2 jenis yang China dan Eropa," kata Novida di
lokasi penggalian, Kampung Sleko, Kelurahan
Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara,
Jateng, Senin (8/9/2014).
"Sekarang barang-barangnya kami kumpulkan di
penginapan," imbuh dia.
Pada 2013, lanjut Novida, tim yang sama juga
menemukan sisa bastion atau pojokan benteng
setinggi 60 cm. Temuan itu menjadi dasar
dilanjutkan penggalian. Namun tidak hanya itu,
mereka juga menemukan 2 keping uang logam
zaman Kongsi Perdagangan Hindia Timur
(Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).
Menurut Novida, penggalian yang dilakukan Balai
Arkeologi Yogyakarta tersebut untuk menemukan
sisa benteng berupa bastion di kawasan Kota Lama
Semarang. Ada 5 bastion yang berbentuk mata
panah, yaitu Bastion De Smits, Bastion De Zee,
Bastion Ijzer, Bastion Hersteller, dan Bastion
Amsterdam. Sedangkan satu bastion lainnya lebih
kecil, yaitu Bastion Ceylon.
"Kita hanya bisa menggali di lokasi De smits di
lahan milik PT Gas Negara dan milik Damri ini
karena lokasi lainnya sudah terdapat bangunan,"
tutur Novida.
Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar riset dan
menyimpulkan adanya kota yang lebih tua daripada
Kota Lama Semarang di lokasi yang sama.
Kemudian pada 2009 lalu dilakukan penggalian dan
menemukan sisa dinding benteng pada 2013.
Dinding benteng itu berupa bastion berbentuk
mata panah yang merupakan bagian benteng.
"Dari overlay atau tumpang susun foto udara Kota
Lama Semarang dan peta kuno tahun 1741 yang
kami dapatkan," ujar Novida.
Penggalian yang dilakukan tim dengan 9 anggota
tersebut akan berlanjut hingga Sabtu 13
September 2014 mendatang. Diperkirakan sebelum
batas waktu habis, sisa bastion bisa ditemukan.

van

Foto: Keramik Dinasti Cing Abad 18
Ditemukan di Semarang

Yogyakarta - Mencoba menemukan
sisa benteng di Semarang, Jawa Tengah, tim Balai
Arkeologi Yogyakarta malah menemukan keramik
kuno dari Dinasti Cing atau abad ke 18. Ada lebih
dari 100 fragmen pecahan keramik Dinasti Cing,
logam, tembikar, dan tulang binatang yang
ditemukan.
Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama
Semarang Novida Abbas mengatakan, benda-
benda tersebut kini dikumpulkan untuk diteliti.
"Kita cuci, jemur, kering, dan pisahkan. Ada
sekitar 100-an fragmen campuran. Kalau keramik
ada 2 jenis yang China dan Eropa," kata Novida di
lokasi penggalian, Kampung Sleko, Kelurahan
Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara,
Jateng, Senin (8/9/2014).
"Sekarang barang-barangnya kami kumpulkan di
penginapan," imbuh dia.
Pada 2013, lanjut Novida, tim yang sama juga
menemukan sisa bastion atau pojokan benteng
setinggi 60 cm. Temuan itu menjadi dasar
dilanjutkan penggalian. Namun tidak hanya itu,
mereka juga menemukan 2 keping uang logam
zaman Kongsi Perdagangan Hindia Timur
(Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).
Menurut Novida, penggalian yang dilakukan Balai
Arkeologi Yogyakarta tersebut untuk menemukan
sisa benteng berupa bastion di kawasan Kota Lama
Semarang. Ada 5 bastion yang berbentuk mata
panah, yaitu Bastion De Smits, Bastion De Zee,
Bastion Ijzer, Bastion Hersteller, dan Bastion
Amsterdam. Sedangkan satu bastion lainnya lebih
kecil, yaitu Bastion Ceylon.
"Kita hanya bisa menggali di lokasi De smits di
lahan milik PT Gas Negara dan milik Damri ini
karena lokasi lainnya sudah terdapat bangunan,"
tutur Novida.
Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar riset dan
menyimpulkan adanya kota yang lebih tua daripada
Kota Lama Semarang di lokasi yang sama.
Kemudian pada 2009 lalu dilakukan penggalian dan
menemukan sisa dinding benteng pada 2013.
Dinding benteng itu berupa bastion berbentuk
mata panah yang merupakan bagian benteng.
"Dari overlay atau tumpang susun foto udara Kota
Lama Semarang dan peta kuno tahun 1741 yang
kami dapatkan," ujar Novida.
Penggalian yang dilakukan tim dengan 9 anggota
tersebut akan berlanjut hingga Sabtu 13
September 2014 mendatang. Diperkirakan sebelum
batas waktu habis, sisa bastion bisa ditemukan.

van

Tidak ada komentar:

Posting Komentar