Jumat, 19 September 2014

Ditemukan, Gua Perekam
Riwayat Tsunami Ribuan
Tahun dii aceh

Sejarah akan mengingat hari saat Bumi
berguncang hebat. Pada 26 Desember 2004,
gempa bumi bawah laut berkekuatan 9,1 skala
Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas
pantai Sumatera Utara, Indonesia. Lindu memicu
tsunami 30 meter. Lebih dari 230.000 orang
tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat
tinggal.
Namun, tak ada catatan sejarah yang merekam
gempa dahsyat serupa pada masa lalu. Dan baru-
baru ini diketahui, justru alamlah yang
menyimpan riwayat.
Ilmuwan menemukan sebuah gua di pesisir barat
laut Sumatera, di Aceh, yang secara
mengagumkan merekam kejadian tsunami dahsyat
yang pernah terjadi di Samudera Hindia. Sejak
ribuan tahun lalu.
Gua kapur yang berada dekat Banda Aceh
ternyata menyimpan deposit pasir yang dielak
paksa oleh gelombang raksasa -- yang dipicu
gempa selama ribuan tahun. Para ahli
menggunakan situs itu untuk membantu
menentukan frekuensi bencana -- seperti
peristiwa 26 Desember 2004.
Caranya, dengan melakukan pengukuran usia
sedimen tsunami yang berada di dalam gua. Yang
pola lapisannya mudah dilihat, di antara lapisan
kotoran kelelawar.
"Pasir tsunami terlihat jelas karena dipisahkan
lapisan kotoran kelelawar. Tak ada hal yang
membingungkan saat penentuan lapisan," kata
ahli Dr Jessica Pilarczyk dalam pertemuan
terbesar ahli geologi dunia, American Geophysical
Union (AGU) Fall Meeting di San Francisco, seperti
Liputan6.com kutip dari BBC , Kamis
(12/12/2013).
Dr Jessica Pilarczyk adalah bagian dari tim riset
yang dipimpin Prof Charles Rubin dari Earth
Observatory of Singapore -- sebuah institut di
Nanyang Technological University Singapura.
"Sebuah kerja lapangan yang menarik. Aku tidak
berbohong kepada Anda. Kelelawar menjadi
sangat agresif ketika manusia mengganggu
habitat mereka. Tapi dari sudut pandang geologi,
gua ini memiliki stratigrafi (lapisan) yang paling
menakjubkan," tambah dia.
Kedekatan Sumatera dengan perbatasan lempeng
tektonik Indo-Australia dan Sunda. Gempa
dahsyat sering terjadi di sana, dan itu berarti
wilayah pesisirnya berisiko diterjang gelombang.
Dengan mengetahui seberapa sering itu terjadi
sangat penting untuk perencanaan dan kebijakan
di wilayah terdampak.
Gua di Aceh berada sekitar 100 meter dari zona
cipratan pasang tertinggi saat ini. Liang
masuknya sedikit meninggi, itu yang mencegah air
laut masuk -- kecuali tsunami dan badai yang
parah.
Dr Pilarczyk dan para koleganya menggali parit di
dalamnya, untuk menguak sejarah tsunami yang
tercatat di dalamnya.
Para ilmuwan tahu mereka sedang melihat
endapan tsunami di dalam parit itu. Apalagi,
mereka dapat menemukan serpihan sedimen
organisme dasar laut seperti foraminifera
mikroskopis .
7-8 Tsunami
Investigasi masih berlangsung, namun tim yakin,
gua itu menyimpan deposit dari 7-10 tsunami.
Dari sisi geometri gua, diduga tsunami-tsunami
itu dipicu oleh gempa dengan kekuatan 8 skala
Richter atau lebih.
Sementara, menentukan usia deposit dilakukan
dengan analisis radiokarbon serpihan organisme
yang ada di sana -- seperti moluska dan serpihan
arang. Bahkan sisa-sisa serangga dimakan oleh
kelelawar juga diteliti.
Saat ini, gua dipenuhi pasir dan kotoran
kelelawar. "Deposit tsunami 2004 benar-benar
membanjiri gua itu," kata Prof Charles Rubin.
Namun, gua tersebut menyimpan lapisan deposit
dari 7.500 sampai 3.000 tahun lalu.
"Gua pesisir ini adalah 'gudang' yang unik. Yang
memberi petunjuk tentang yang terjadi beberapa
ribu tahun lalu, yang memungkinkan kita untuk
mengetahui kapan terjadinya setiap tsunami
yang terjadi selama waktu itu," timpal Dr
Pilarczyk.
Tim investigasi lainnya di sepanjang pantai Aceh
baru bisa mendapat petunjuk tsunami yang
terjadi dari masa 3.000 tahun lalu hingga saat
ini.
Jadi apa pentingnya studi ini?
Pengetahuan yang didapat dalam riset teranyar
adalah tsunami-tsunami terbesar tidak terjadi
dalam jeda waktu tertentu. Bisa jadi ada jeda
panjang, namun ada juga peristiwa besar yang
terpisah hanya beberapa dekade.
Sementara, peneliti yang lain, Prof Kerry Sieh
mengatakan, ini adalah kisah tentang peringatan
alam.
"Tsunami 2004 mengagetkan semua orang.
Mengapa? Karena tak ada yang melihat ke
belakang, mencari tahu seberapa sering peristiwa
itu terjadi," kata dia.
"Bahkan, karena orang-orang tak punya catatan
sejarah bencana seperti itu terjadi, mereka pikir
itu tidak mungkin. Tidak ada yang siap, tak
seorang pun bahkan pernah membayangkannya,"
kata Prof Kerry Sieh.
Jadi, tambah dia, alasan tim ilmuwan melihat
sejarah adalah untuk mempelajari bagaimana
Bumi bekerja. Untuk mencari pertanda. Sebab,
sejarah bisa jadi berulang.
Foto: Ditemukan, Gua Perekam
Riwayat Tsunami Ribuan
Tahun dii aceh

Sejarah akan mengingat hari saat Bumi
berguncang hebat. Pada 26 Desember 2004,
gempa bumi bawah laut berkekuatan 9,1 skala
Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas
pantai Sumatera Utara, Indonesia. Lindu memicu
tsunami 30 meter. Lebih dari 230.000 orang
tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat
tinggal.
Namun, tak ada catatan sejarah yang merekam
gempa dahsyat serupa pada masa lalu. Dan baru-
baru ini diketahui, justru alamlah yang
menyimpan riwayat.
Ilmuwan menemukan sebuah gua di pesisir barat
laut Sumatera, di Aceh, yang secara
mengagumkan merekam kejadian tsunami dahsyat
yang pernah terjadi di Samudera Hindia. Sejak
ribuan tahun lalu.
Gua kapur yang berada dekat Banda Aceh
ternyata menyimpan deposit pasir yang dielak
paksa oleh gelombang raksasa -- yang dipicu
gempa selama ribuan tahun. Para ahli
menggunakan situs itu untuk membantu
menentukan frekuensi bencana -- seperti
peristiwa 26 Desember 2004.
Caranya, dengan melakukan pengukuran usia
sedimen tsunami yang berada di dalam gua. Yang
pola lapisannya mudah dilihat, di antara lapisan
kotoran kelelawar.
"Pasir tsunami terlihat jelas karena dipisahkan
lapisan kotoran kelelawar. Tak ada hal yang
membingungkan saat penentuan lapisan," kata
ahli Dr Jessica Pilarczyk dalam pertemuan
terbesar ahli geologi dunia, American Geophysical
Union (AGU) Fall Meeting di San Francisco, seperti
Liputan6.com kutip dari BBC , Kamis
(12/12/2013).
Dr Jessica Pilarczyk adalah bagian dari tim riset
yang dipimpin Prof Charles Rubin dari Earth
Observatory of Singapore -- sebuah institut di
Nanyang Technological University Singapura.
"Sebuah kerja lapangan yang menarik. Aku tidak
berbohong kepada Anda. Kelelawar menjadi
sangat agresif ketika manusia mengganggu
habitat mereka. Tapi dari sudut pandang geologi,
gua ini memiliki stratigrafi (lapisan) yang paling
menakjubkan," tambah dia.
Kedekatan Sumatera dengan perbatasan lempeng
tektonik Indo-Australia dan Sunda. Gempa
dahsyat sering terjadi di sana, dan itu berarti
wilayah pesisirnya berisiko diterjang gelombang.
Dengan mengetahui seberapa sering itu terjadi
sangat penting untuk perencanaan dan kebijakan
di wilayah terdampak.
Gua di Aceh berada sekitar 100 meter dari zona
cipratan pasang tertinggi saat ini. Liang
masuknya sedikit meninggi, itu yang mencegah air
laut masuk -- kecuali tsunami dan badai yang
parah.
Dr Pilarczyk dan para koleganya menggali parit di
dalamnya, untuk menguak sejarah tsunami yang
tercatat di dalamnya.
Para ilmuwan tahu mereka sedang melihat
endapan tsunami di dalam parit itu. Apalagi,
mereka dapat menemukan serpihan sedimen
organisme dasar laut seperti foraminifera
mikroskopis .
7-8 Tsunami
Investigasi masih berlangsung, namun tim yakin,
gua itu menyimpan deposit dari 7-10 tsunami.
Dari sisi geometri gua, diduga tsunami-tsunami
itu dipicu oleh gempa dengan kekuatan 8 skala
Richter atau lebih.
Sementara, menentukan usia deposit dilakukan
dengan analisis radiokarbon serpihan organisme
yang ada di sana -- seperti moluska dan serpihan
arang. Bahkan sisa-sisa serangga dimakan oleh
kelelawar juga diteliti.
Saat ini, gua dipenuhi pasir dan kotoran
kelelawar. "Deposit tsunami 2004 benar-benar
membanjiri gua itu," kata Prof Charles Rubin.
Namun, gua tersebut menyimpan lapisan deposit
dari 7.500 sampai 3.000 tahun lalu.
"Gua pesisir ini adalah 'gudang' yang unik. Yang
memberi petunjuk tentang yang terjadi beberapa
ribu tahun lalu, yang memungkinkan kita untuk
mengetahui kapan terjadinya setiap tsunami
yang terjadi selama waktu itu," timpal Dr
Pilarczyk.
Tim investigasi lainnya di sepanjang pantai Aceh
baru bisa mendapat petunjuk tsunami yang
terjadi dari masa 3.000 tahun lalu hingga saat
ini.
Jadi apa pentingnya studi ini?
Pengetahuan yang didapat dalam riset teranyar
adalah tsunami-tsunami terbesar tidak terjadi
dalam jeda waktu tertentu. Bisa jadi ada jeda
panjang, namun ada juga peristiwa besar yang
terpisah hanya beberapa dekade.
Sementara, peneliti yang lain, Prof Kerry Sieh
mengatakan, ini adalah kisah tentang peringatan
alam.
"Tsunami 2004 mengagetkan semua orang.
Mengapa? Karena tak ada yang melihat ke
belakang, mencari tahu seberapa sering peristiwa
itu terjadi," kata dia.
"Bahkan, karena orang-orang tak punya catatan
sejarah bencana seperti itu terjadi, mereka pikir
itu tidak mungkin. Tidak ada yang siap, tak
seorang pun bahkan pernah membayangkannya,"
kata Prof Kerry Sieh.
Jadi, tambah dia, alasan tim ilmuwan melihat
sejarah adalah untuk mempelajari bagaimana
Bumi bekerja. Untuk mencari pertanda. Sebab,
sejarah bisa jadi berulang. 

van

Rabu, 17 September 2014

Efek Letusan Merapi 2010
Cegah Bumi `Terpanggang`
Matahari?


Letusan gunung berapi kerap membawa bencana
yang bahkan merenggut nyawa. Di sisi lain,
fenomena alam itu membawa keuntungan bagi
manusia. Salah satunya, mencegah Bumi
'terpanggang' panasnya Matahari.
Ini penjelasannya: saat meletus, gunung berapi
melontarkan partikel ke atmosfer, menghalangi
pancaran cahaya Matahari. Sejumlah ilmuwan
meyakini, hal itu mengimbangi efek emisi karbon
yang disebabkan aktivitas manusia, setidaknya
dalam periode 15 tahun terakhir -- yang menjadi
medan tempur pemanasan global.
Ada semacam kekosongan atau jeda (hiatus ) dalam
pemanasan global sejak 1998. Kesenjangan suhu
yang diperkirakan dengan yang aktual membuat
sejumlah orang skeptis, bahwa pemanasan global
hanya paranoid atau kebohongan belaka.
Mereka berpendapat bahwa model pemanasan
global ini melebih-lebihkan efek karbon dioksida
(CO2) yang dikeluarkan oleh pembakaran bahan
bakar fosil.
Studi yang dimuat dalam jurnal sains Nature
Geoscience menawarkan penjelasan untuk
mengatasi polemik itu. Dengan menyebut letusan
gunung berapi membantu menjelaskan
perlambatan kenaikan suhu belakangan ini.
Menggunakan data satelit, para peneliti
menemukan kaitan antara suhu permukaan Bumi
dan dampak dari letusan gunung api pasca-tahun
2000.
Setidaknya ada 17 gunung berapi yang meletus
sejak tahun 2000, termasuk Nabro di Eritrea,
Kasatochi di Alaska, dan Merapi di Indonesia.
Letusan gunung-gunung itu yang tak seberapa
besar besar, diabaikan hingga saat ini oleh para
ilmuwan iklim.
Namun, sedikit demi sedikit sulfur yang
dimuntahkan gunung-gunung api merefleksikan
sinar matahari dan sedikit mendinginkan atmosfer
di level yang lebih rendah.
Dampak dari "aerosol" itu menyumbang sebanyak
15 persen dari kesenjangan suhu yang
diperkirakan dan aktual antara tahun 1998 dan
2012.
"Kekosongan pemanasan global sejak 1998
memiliki sejumlah penyebab yang berbeda," kata
salah satu penulis studi, Ben Santer dari
Lawrence Livermore National Laboratory,
California seperti dimuat Channel News Asia,
Senin (24/2/2014).
"Pendinginan yang disebabkan oleh letusan
gunung berapi di awal Abad ke-21 adalah salah
satu penyebab."
Sebelumnya letusan dahsyat Gunung Pinatubo di
Filipina pada 1991, secara luas diketahui memiliki
efek pendingin permukaan bumi. Sementara,
letusan Gunung St Helens pada 1980 menurunkan
suhu global hingga 0,1 derajat Celcius.
Sejarah mencatat, letusan Gunung Tambora pada
1815 membuat musim dingin absen pada 1816 --
tahun tanpa musim panas. Kemudian pada 1883,
berbulan-bulan setelah letusan Gunung Krakatau,
dunia mengalami musim dingin, matahari terbenam
dengan kemilau, dan senja berkepanjangan
karena penyebaran aerosol di seluruh stratosfer.
Hanya Sementara
Ben Santer mengatakan, manusia beruntung efek
letusan gunung berapi menetralkan pemanasan
global yang disebabkan ulah penduduk Bumi.
Namun, sifatnya hanya sementara. "Kita tidak
tahu bagaimana aktivitas gunung berapi akan
berkembang selama beberapa dekade mendatang.
Tak tahu berapa lama 'keberuntungan' ini akan
terus berlanjut. "
Mengomentari studi ini, Piers Forster, seorang
profesor perubahan iklim di University of Leeds,
mengatakan gunung berapi memberikan
kontribusi terhadap perlambatan pemanasan, tapi
tidak bisa dianggap menjadi satu-satunya
penyebab .
"Gunung berapi memberi kita jeda sejenak dari
tekanan pemanasan tanpa henti seiring
peningkatan CO2," tambahnya.

Foto: Efek Letusan Merapi 2010
Cegah Bumi `Terpanggang`
Matahari?

Letusan gunung berapi kerap membawa bencana
yang bahkan merenggut nyawa. Di sisi lain,
fenomena alam itu membawa keuntungan bagi
manusia. Salah satunya, mencegah Bumi
'terpanggang' panasnya Matahari.
Ini penjelasannya: saat meletus, gunung berapi
melontarkan partikel ke atmosfer, menghalangi
pancaran cahaya Matahari. Sejumlah ilmuwan
meyakini, hal itu mengimbangi efek emisi karbon
yang disebabkan aktivitas manusia, setidaknya
dalam periode 15 tahun terakhir -- yang menjadi
medan tempur pemanasan global.
Ada semacam kekosongan atau jeda (hiatus ) dalam
pemanasan global sejak 1998. Kesenjangan suhu
yang diperkirakan dengan yang aktual membuat
sejumlah orang skeptis, bahwa pemanasan global
hanya paranoid atau kebohongan belaka.
Mereka berpendapat bahwa model pemanasan
global ini melebih-lebihkan efek karbon dioksida
(CO2) yang dikeluarkan oleh pembakaran bahan
bakar fosil.
Studi yang dimuat dalam jurnal sains Nature
Geoscience menawarkan penjelasan untuk
mengatasi polemik itu. Dengan menyebut letusan
gunung berapi membantu menjelaskan
perlambatan kenaikan suhu belakangan ini.
Menggunakan data satelit, para peneliti
menemukan kaitan antara suhu permukaan Bumi
dan dampak dari letusan gunung api pasca-tahun
2000.
Setidaknya ada 17 gunung berapi yang meletus
sejak tahun 2000, termasuk Nabro di Eritrea,
Kasatochi di Alaska, dan Merapi di Indonesia.
Letusan gunung-gunung itu yang tak seberapa
besar besar, diabaikan hingga saat ini oleh para
ilmuwan iklim.
Namun, sedikit demi sedikit sulfur yang
dimuntahkan gunung-gunung api merefleksikan
sinar matahari dan sedikit mendinginkan atmosfer
di level yang lebih rendah.
Dampak dari "aerosol" itu menyumbang sebanyak
15 persen dari kesenjangan suhu yang
diperkirakan dan aktual antara tahun 1998 dan
2012.
"Kekosongan pemanasan global sejak 1998
memiliki sejumlah penyebab yang berbeda," kata
salah satu penulis studi, Ben Santer dari
Lawrence Livermore National Laboratory,
California seperti dimuat Channel News Asia,
Senin (24/2/2014).
"Pendinginan yang disebabkan oleh letusan
gunung berapi di awal Abad ke-21 adalah salah
satu penyebab."
Sebelumnya letusan dahsyat Gunung Pinatubo di
Filipina pada 1991, secara luas diketahui memiliki
efek pendingin permukaan bumi. Sementara,
letusan Gunung St Helens pada 1980 menurunkan
suhu global hingga 0,1 derajat Celcius.
Sejarah mencatat, letusan Gunung Tambora pada
1815 membuat musim dingin absen pada 1816 --
tahun tanpa musim panas. Kemudian pada 1883,
berbulan-bulan setelah letusan Gunung Krakatau,
dunia mengalami musim dingin, matahari terbenam
dengan kemilau, dan senja berkepanjangan
karena penyebaran aerosol di seluruh stratosfer.
Hanya Sementara
Ben Santer mengatakan, manusia beruntung efek
letusan gunung berapi menetralkan pemanasan
global yang disebabkan ulah penduduk Bumi.
Namun, sifatnya hanya sementara. "Kita tidak
tahu bagaimana aktivitas gunung berapi akan
berkembang selama beberapa dekade mendatang.
Tak tahu berapa lama 'keberuntungan' ini akan
terus berlanjut. "
Mengomentari studi ini, Piers Forster, seorang
profesor perubahan iklim di University of Leeds,
mengatakan gunung berapi memberikan
kontribusi terhadap perlambatan pemanasan, tapi
tidak bisa dianggap menjadi satu-satunya
penyebab .
"Gunung berapi memberi kita jeda sejenak dari
tekanan pemanasan tanpa henti seiring
peningkatan CO2," tambahnya. 

van
Terkuak! Ledakan Terdahsyat
di Bulan Setara 15 Ton Bom
TNT

Suatu hari di tahun 2013, ada sebongkah meteorit
yang menabrak Bulan. Para ilmuwan berpendapat,
tabrakan tersebut merupakan yang terbesar di
satelit Bumi itu.
Diperkirakan, batu angkasa itu memiliki bobot
sekitar 400 kg. Kecepatannya saat menghujam
adalah 61.000 km per jam.
Karena massanya yang padat, kekuatan tabrakan
meteorit tersebut setara dengan 15 ton bahan
peledak TNT. Akibatnya dahsyat. Muncul kilatan
cahaya, saking terangnya, terpantau dari Bumi.
"Ini tabrakan terbesar dan paling terang yang
pernah kami amati terjadi di Bulan," kata
Profesor Jose Madiedo dari Universitas Huelva di
barat daya Spanyol.
Kejadian yang diamati oleh para astronom Spanyol
ditemukan pertama kali oleh teleskop Moon
Impacts Detection and Analysis System (Midas) di
selatan Spanyol pada tanggal 11 September 2013
pukul 20.07 GMT atau 03.07 WIB.
Kejadian ini pun dilaporkan dalam jurnal ilmiah
Royal Astronomical Society . Tabrakan kali ini
dipercaya memecahkan rekor, jika dibandingkan
tabrakan-tabrakan sebelumnya.
Bahkan, meteorit selebar 0,6-1,4 meter itu tiga
kali lebih eksplosif daripada tubrukan di Bulan lain
yang terpantau Badan Antariksa Amerika Serikat
pada Maret 2013 lalu -- meteorit kala itu
memiliki berat sekitar 40 kg dan lebar 0,3-0,4
meter.
"Biasanya tabrakan di Bulan memiliki durasi yang
sangat singkat, hanya sepersekian detik. Namun
kejadian yang kami deteksi itu berlangsung lebih
dari delapan detik. Cahayanya hampir seterang
Bintang Kutub (Pole Star), yang membuatnya
menjadi tabrakan paling terang yang pernah
terpantau dari Bumi," kata Prof. Madiedo.
Bulan 'Terluka'
Tidak seperti Bumi, Bulan tidak punya atmosfer --
perisai untuk melindungi diri dari gempuran batu
angkasa. Lihat saja permukaan Bulan yang
bopeng, gambaran kelinci atau nenek sejatinya
adalah kawah.
Tim ilmuwan Spanyol yakin, tabrakan terbesar itu
menciptakan kawah selebar 40 meter.
"Itu estimasi yang kami buat sesuai dengan model
peristiwa tabrakan. Kami berharap bahwa NASA
bisa segera mengamati kawah tersebut dan
mengonfirmasi prediksi kami," kata Prof Madiedo.
Beda soal jika, kejadiannya menimpa Bumi.
Meteorit berdiameter 100 cm tak akan sampai ke
permukaan planet manusia. Akan terbakar saat
memasuki atmosfer Bumi dan hanya terlihat
seperti bola api di langit.
Berkat atmosfer, tak sembarang meteorit bisa
lolos ke Bumi. Ukurannya harus besar, misalnya,
asteroid yang meledak di langit Chelyabinsk, Rusia
pada 15 Februari 2013 lalu diperkirakan membuat
kawah dengan selebar 19 meter.
Asteroid tersebut menghantam atmosfer Bumi
dengan energi setara dengan 500 ribu ton TNT
hingga menciptakan gelombang kejut yang
mengeliling dunia hingga 2 kali.
Memang tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Namun, insiden ini menimbulkan kerusakan luas
dan melukai lebih dari 1.000 orang.

Foto: Terkuak! Ledakan Terdahsyat
di Bulan Setara 15 Ton Bom
TNT

Suatu hari di tahun 2013, ada sebongkah meteorit
yang menabrak Bulan. Para ilmuwan berpendapat,
tabrakan tersebut merupakan yang terbesar di
satelit Bumi itu.
Diperkirakan, batu angkasa itu memiliki bobot
sekitar 400 kg. Kecepatannya saat menghujam
adalah 61.000 km per jam.
Karena massanya yang padat, kekuatan tabrakan
meteorit tersebut setara dengan 15 ton bahan
peledak TNT. Akibatnya dahsyat. Muncul kilatan
cahaya, saking terangnya, terpantau dari Bumi.
"Ini tabrakan terbesar dan paling terang yang
pernah kami amati terjadi di Bulan," kata
Profesor Jose Madiedo dari Universitas Huelva di
barat daya Spanyol.
Kejadian yang diamati oleh para astronom Spanyol
ditemukan pertama kali oleh teleskop Moon
Impacts Detection and Analysis System (Midas) di
selatan Spanyol pada tanggal 11 September 2013
pukul 20.07 GMT atau 03.07 WIB.
Kejadian ini pun dilaporkan dalam jurnal ilmiah
Royal Astronomical Society . Tabrakan kali ini
dipercaya memecahkan rekor, jika dibandingkan
tabrakan-tabrakan sebelumnya.
Bahkan, meteorit selebar 0,6-1,4 meter itu tiga
kali lebih eksplosif daripada tubrukan di Bulan lain
yang terpantau Badan Antariksa Amerika Serikat
pada Maret 2013 lalu -- meteorit kala itu
memiliki berat sekitar 40 kg dan lebar 0,3-0,4
meter.
"Biasanya tabrakan di Bulan memiliki durasi yang
sangat singkat, hanya sepersekian detik. Namun
kejadian yang kami deteksi itu berlangsung lebih
dari delapan detik. Cahayanya hampir seterang
Bintang Kutub (Pole Star), yang membuatnya
menjadi tabrakan paling terang yang pernah
terpantau dari Bumi," kata Prof. Madiedo.
Bulan 'Terluka'
Tidak seperti Bumi, Bulan tidak punya atmosfer --
perisai untuk melindungi diri dari gempuran batu
angkasa. Lihat saja permukaan Bulan yang
bopeng, gambaran kelinci atau nenek sejatinya
adalah kawah.
Tim ilmuwan Spanyol yakin, tabrakan terbesar itu
menciptakan kawah selebar 40 meter.
"Itu estimasi yang kami buat sesuai dengan model
peristiwa tabrakan. Kami berharap bahwa NASA
bisa segera mengamati kawah tersebut dan
mengonfirmasi prediksi kami," kata Prof Madiedo.
Beda soal jika, kejadiannya menimpa Bumi.
Meteorit berdiameter 100 cm tak akan sampai ke
permukaan planet manusia. Akan terbakar saat
memasuki atmosfer Bumi dan hanya terlihat
seperti bola api di langit.
Berkat atmosfer, tak sembarang meteorit bisa
lolos ke Bumi. Ukurannya harus besar, misalnya,
asteroid yang meledak di langit Chelyabinsk, Rusia
pada 15 Februari 2013 lalu diperkirakan membuat
kawah dengan selebar 19 meter.
Asteroid tersebut menghantam atmosfer Bumi
dengan energi setara dengan 500 ribu ton TNT
hingga menciptakan gelombang kejut yang
mengeliling dunia hingga 2 kali.
Memang tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Namun, insiden ini menimbulkan kerusakan luas
dan melukai lebih dari 1.000 orang.

van
Bocah China Temukan Pedang
Kuno Berusia 3.000 Tahun

Beijing - Seorang anak laki-laki
asal China secara tak sengaja menemukan pedang
kuno dari perunggu. Umurnya diperkirakan
berusia 3.000 tahun. Ia menemukannya di sebuah
sungai di Provinsi Jiangsu.
Dikutip dari BBC , Selasa (9/9/2014), Yang Junxi
yang masih berumur 11 tahun itu awalnya
menyentuh ujung senjata berkarat tersebut saat
mencuci tangan di Sungai Laozhoulin, Gaoyou. Ia
lalu mencabutnya, dan membawa pulang pedang
tersebut.
Penemuan itu kemudian menarik perhatian
penduduk setempat. Lalu keluarga Junxi
memutuskan untuk mengirim pedang kuno itu
kepada sejumlah pejabat untuk diperiksa.
"Beberapa orang bahkan menawarkan harga yang
tinggi untuk membeli pedang," kata ayah Junxi,
Jinhai.
"Tetapi saya merasa menjual barang ini adalah
suatu pelanggaran hukum," tambah Jinhai.
Pada arkeolog memperkirakan senjata sepanjang
26 cm tersebut berasal dari Dinasti Shang atau
Zhou -- zaman akhir peradaban China. Hal itu
berdasarkan analisa bahan, ukuran dan
bentuknya.
Lyu Zhiwei dari Biro Benda Budaya Gaoyou
menuturkan, pedang itu sepertinya berfungsi
praktis dan dekoratif. Bentuknya mengisyaratkan
benda ini mewakili simbol status seorang pejabat
sipil. Bukan sebagai alat untuk berperang.

jika kamu yg mnemukan di jual ato dikembalikan ke pemerintah??

Foto: Bocah China Temukan Pedang
Kuno Berusia 3.000 Tahun

Beijing - Seorang anak laki-laki
asal China secara tak sengaja menemukan pedang
kuno dari perunggu. Umurnya diperkirakan
berusia 3.000 tahun. Ia menemukannya di sebuah
sungai di Provinsi Jiangsu.
Dikutip dari BBC , Selasa (9/9/2014), Yang Junxi
yang masih berumur 11 tahun itu awalnya
menyentuh ujung senjata berkarat tersebut saat
mencuci tangan di Sungai Laozhoulin, Gaoyou. Ia
lalu mencabutnya, dan membawa pulang pedang
tersebut.
Penemuan itu kemudian menarik perhatian
penduduk setempat. Lalu keluarga Junxi
memutuskan untuk mengirim pedang kuno itu
kepada sejumlah pejabat untuk diperiksa.
"Beberapa orang bahkan menawarkan harga yang
tinggi untuk membeli pedang," kata ayah Junxi,
Jinhai.
"Tetapi saya merasa menjual barang ini adalah
suatu pelanggaran hukum," tambah Jinhai.
Pada arkeolog memperkirakan senjata sepanjang
26 cm tersebut berasal dari Dinasti Shang atau
Zhou -- zaman akhir peradaban China. Hal itu
berdasarkan analisa bahan, ukuran dan
bentuknya.
Lyu Zhiwei dari Biro Benda Budaya Gaoyou
menuturkan, pedang itu sepertinya berfungsi
praktis dan dekoratif. Bentuknya mengisyaratkan
benda ini mewakili simbol status seorang pejabat
sipil. Bukan sebagai alat untuk berperang.

jika kamu yg mnemukan di jual ato dikembalikan ke pemerintah??

van
Keramik Dinasti Cing Abad 18
Ditemukan di Semarang

Yogyakarta - Mencoba menemukan
sisa benteng di Semarang, Jawa Tengah, tim Balai
Arkeologi Yogyakarta malah menemukan keramik
kuno dari Dinasti Cing atau abad ke 18. Ada lebih
dari 100 fragmen pecahan keramik Dinasti Cing,
logam, tembikar, dan tulang binatang yang
ditemukan.
Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama
Semarang Novida Abbas mengatakan, benda-
benda tersebut kini dikumpulkan untuk diteliti.
"Kita cuci, jemur, kering, dan pisahkan. Ada
sekitar 100-an fragmen campuran. Kalau keramik
ada 2 jenis yang China dan Eropa," kata Novida di
lokasi penggalian, Kampung Sleko, Kelurahan
Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara,
Jateng, Senin (8/9/2014).
"Sekarang barang-barangnya kami kumpulkan di
penginapan," imbuh dia.
Pada 2013, lanjut Novida, tim yang sama juga
menemukan sisa bastion atau pojokan benteng
setinggi 60 cm. Temuan itu menjadi dasar
dilanjutkan penggalian. Namun tidak hanya itu,
mereka juga menemukan 2 keping uang logam
zaman Kongsi Perdagangan Hindia Timur
(Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).
Menurut Novida, penggalian yang dilakukan Balai
Arkeologi Yogyakarta tersebut untuk menemukan
sisa benteng berupa bastion di kawasan Kota Lama
Semarang. Ada 5 bastion yang berbentuk mata
panah, yaitu Bastion De Smits, Bastion De Zee,
Bastion Ijzer, Bastion Hersteller, dan Bastion
Amsterdam. Sedangkan satu bastion lainnya lebih
kecil, yaitu Bastion Ceylon.
"Kita hanya bisa menggali di lokasi De smits di
lahan milik PT Gas Negara dan milik Damri ini
karena lokasi lainnya sudah terdapat bangunan,"
tutur Novida.
Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar riset dan
menyimpulkan adanya kota yang lebih tua daripada
Kota Lama Semarang di lokasi yang sama.
Kemudian pada 2009 lalu dilakukan penggalian dan
menemukan sisa dinding benteng pada 2013.
Dinding benteng itu berupa bastion berbentuk
mata panah yang merupakan bagian benteng.
"Dari overlay atau tumpang susun foto udara Kota
Lama Semarang dan peta kuno tahun 1741 yang
kami dapatkan," ujar Novida.
Penggalian yang dilakukan tim dengan 9 anggota
tersebut akan berlanjut hingga Sabtu 13
September 2014 mendatang. Diperkirakan sebelum
batas waktu habis, sisa bastion bisa ditemukan.

van

Foto: Keramik Dinasti Cing Abad 18
Ditemukan di Semarang

Yogyakarta - Mencoba menemukan
sisa benteng di Semarang, Jawa Tengah, tim Balai
Arkeologi Yogyakarta malah menemukan keramik
kuno dari Dinasti Cing atau abad ke 18. Ada lebih
dari 100 fragmen pecahan keramik Dinasti Cing,
logam, tembikar, dan tulang binatang yang
ditemukan.
Ketua Tim Penelitian Benteng Kota Lama
Semarang Novida Abbas mengatakan, benda-
benda tersebut kini dikumpulkan untuk diteliti.
"Kita cuci, jemur, kering, dan pisahkan. Ada
sekitar 100-an fragmen campuran. Kalau keramik
ada 2 jenis yang China dan Eropa," kata Novida di
lokasi penggalian, Kampung Sleko, Kelurahan
Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara,
Jateng, Senin (8/9/2014).
"Sekarang barang-barangnya kami kumpulkan di
penginapan," imbuh dia.
Pada 2013, lanjut Novida, tim yang sama juga
menemukan sisa bastion atau pojokan benteng
setinggi 60 cm. Temuan itu menjadi dasar
dilanjutkan penggalian. Namun tidak hanya itu,
mereka juga menemukan 2 keping uang logam
zaman Kongsi Perdagangan Hindia Timur
(Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).
Menurut Novida, penggalian yang dilakukan Balai
Arkeologi Yogyakarta tersebut untuk menemukan
sisa benteng berupa bastion di kawasan Kota Lama
Semarang. Ada 5 bastion yang berbentuk mata
panah, yaitu Bastion De Smits, Bastion De Zee,
Bastion Ijzer, Bastion Hersteller, dan Bastion
Amsterdam. Sedangkan satu bastion lainnya lebih
kecil, yaitu Bastion Ceylon.
"Kita hanya bisa menggali di lokasi De smits di
lahan milik PT Gas Negara dan milik Damri ini
karena lokasi lainnya sudah terdapat bangunan,"
tutur Novida.
Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar riset dan
menyimpulkan adanya kota yang lebih tua daripada
Kota Lama Semarang di lokasi yang sama.
Kemudian pada 2009 lalu dilakukan penggalian dan
menemukan sisa dinding benteng pada 2013.
Dinding benteng itu berupa bastion berbentuk
mata panah yang merupakan bagian benteng.
"Dari overlay atau tumpang susun foto udara Kota
Lama Semarang dan peta kuno tahun 1741 yang
kami dapatkan," ujar Novida.
Penggalian yang dilakukan tim dengan 9 anggota
tersebut akan berlanjut hingga Sabtu 13
September 2014 mendatang. Diperkirakan sebelum
batas waktu habis, sisa bastion bisa ditemukan.

van
=== Kisah-Kisah Mistis di Kampung Setan, Sinjai
Utara ===

~* Like Dulu Sebelum Baca, OKESIP *~

Kampung Setan memang terdengar sangat asing,
namun bagi masyarakat kelurahan Alehanuae dan
sekitarnya tidak asing lagi. Kampung setan adalah
nama salah satu tempat yang adanya di Kelurahan
Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten
Sinjai.
Tak jelas siapa yang pertama kali memberinya nama
Kampung Setan.Yang jelasnya sesuai keterangan
beberapa masyarakat yang kami temui, ada
sejumlah kisah misteri yang bersumber dari
kampung tersebut. Di sekitar kampung itu terdapat
sejumlah rumah panggung penduduk yang letaknya
saling berjauhan.
Sekitar 35 tahun yang lalu Asbar (45 th) pernah
tinggal bersama neneknya di kampung itu sekitar 2
tahun lamanya. Ketika itu berbagai pengalaman
mistik yang Asbar rasakan, namun belum mengerti
sama sekali arti dari setiap kejadian yang di
alaminya. Misalnya suatu ketika diajak bersama
kakak sepupu pergi mencari buah mangga masak
dimalam hari bersama anak-anak kampung
setempat, kebetulan waktu itu lagi musim mangga
dan sudah menjadi kegembiraan anak-anak
setempat mencari buah mangga yang jatuh dimalam
hari.
“Saya masih ingat ketika itu karena malam semakin
larut,teman-teman pada tidur semua di bawa pohon
mangga,tinggallah saya seorang yang tidak bisa
memejamkan mata ,entah apa sebabnya.Tiba-tiba
terdengar suara mangga yang jatuh di tengah
semak belukar,saya pun berlari menuju tempat
jatuhnya mangga tersebut dengan membawa obor
yang terbuat dari daun kelapa yang telah di anyam.
Setelah merasa yakin dengan apa yang saya lihat,
mangga itu lalu saya raih” Ujar Asbar kepada Mitos.
“Setelah meraih mangga yang ada dihadapan saya,
ternyata bukan mangga melainkan kepala manusia
kerdil yang tidak memiliki jasad, kepala itu saya
pandangi, seketika dia tersenyum pandangannya
tajam memancarkan aura merah, saya terdiam
seribu bahasa bagaikan terhipnotis seluruh
persendianku kaku di buatnya” Lanjutnya.
“Sayapun meletakkan kepala itu ke tanah dan tiba-
tiba berguling lalu lenyap di tengah kegelapan
malam. Pengalaman ini tidak pernah menjadi sebuah
perenungan buat saya, sebab mungkin ketika itu
masih kanak-kanak.Setelah sedikit mempelajari
ilmu keghaiban saat dewasa,barulah saya mengerti
bahwa ketika itu yang saya temui adalah mahluk
ghaib yang mendiami kampung setan.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepatnya,apa
yang saya alami sudah 35 tahun berlalu,baru
sekarang tergerak hati saya kembali menyusuri
misteri di balik pengalaman masa kecil dulu” Kenang
Asbar menutup kisah masa kecilnya.
Beberapa warga setempat yang ditemui Mitos dan
menanyakan prihal penamaan kampung setan yang
menarik untuk diketahui pembaca mitos.
Puang katang (70 th) salah satunya yang banyak
tahu,sekaligus berfrofesi sebagai dukun kampung
yang sering dimintai bantuannya jika ada warga
yang kesurupan jin atau ruh-ruh gentayangan.Men
urut keterangan yang kami peroleh,bahwa tidak ada
yang mengetahui dengan pasti sejak kapan adanya
penamaan kampung setan itu,yang jelas katanya
dahulu kala ada warga yang sempat melihat
rombongan wanita cantik berpakaian serba kuning
menurungi bukit menuju sebuah sumur tua yang
adanya di tepi hutan kampung. Setelah mereka
semua tiba di sumur seketika lalu lenyap entah ke
mana perginya, saat itulah masyarakat menamainya
sumur setan yang adanya di kampung setan.
“Bahwa ada salah seorang warga yang sakrat di
akibatkan oleh ulah jin yang mendiami kampung
itu,hanya disebabkan orang tuanya pernah
menebang pohon besar yang merupakan tempat
tinggal jin di sekitar halaman rumahnya.beruntung
berkat pertolongan Allah akhirnya orang itu dapat
di sembuhkan” Ujar Puang Katang ketika ditemui
oleh Wartawan Mitos dikediaman anaknya. Pada
malam harinya Dia bermimpi bertemu dengan dua
orang wanita mengenakan mukena berjalan menuju
Masjid.
Wanita itu lalu menyapa Puang Katang dengan nada
menampakkan kebencian, katanya: “ seandainya
kamu tidak mengobati Asri [nama anak yang sakit],
kami sudah membunuhnya, tapi kali ini hanya
peringatan buat siapa saja yang sewenang-wenang
menebang pohon tanpa terlebih dahulu meminta
izin”.
Lanjut katanya: “kalau kalian mau menebang
pohon,minta izin dengan cara menyandarkan sebuah
kapak yang di letakkan pada pohon yang akan di
tebang cara terbalik, artinya tajamnya bersandar
pada pohon dan pemegangnya di bawah, lalu berdoa
dengan menyebut nama Allah serta bershalawat
kepada baginda Rasulullah mohon kiranya penghuni
pohon ini dapat di pindahkan ke tempat yang jauh
dan tidak mengganggu, setelah itu biarkan kapak
itu sampai semalam. Keesokan harinya jika
kapaknya rebah, itu pertanda permintaan di
kabulkan dan silahkan di tebang. Kalau tidak ,
jangan di lanjutkan sebab dapat mendatangkan
musibah bagi yang menebangnya” Tegas wanita itu
memberikan peringatan kepada Puang Katang.
Lain halnya yang di alami Suke salah seorang warga
yang memiliki sebuah kebun letaknya tidak jauh
dari sumur setan. “Ketika itu jam 12 siang, Saya
lagi beraktifitas di kebunnya tiba-tiba di melihat
sosok wanita cantik berpakaian kuning berjalan
mendekatinya, dengan perasaan takut tanpa pikir
panjang Saya langsung mengambil langkah seribu
berlari meninggalkan semua peralatan yang ku bawa
dan anehnya wanita itu terus mengejarku. Sampai
di rumahku, wanita itu menghilang” Ujar Suke
Kepada Wartawan Mitos.
Sejak peristiwa itu Suke tidak lagi berani bekerja
di kebunnya seorang diri.
Dari berbagai sumber yang mitos temukan, pada
kesimpulannya kampung setan umumnya di huni
jenis jin yang mayoritas berjenis kelamin wanita,
dan memiliki seorang Ratu. Dahulu kala sampai saat
ini umumnya masyarakat pedesaan ,ketika
menemukan hal-hal yang bersifat ghaib di
katakannya setan.
Padahal penamaan Syethan dalam konsep ajaran
Agama Islam adalah jenis mahl uk Ghaib ciptaan
Allah yang tidak dapat terlihat dengan pandangan
mata biasa, tetapi dengan menggunakan pandangan
mata bathin, mahluk dari golongan bangsa jin yang
punya prilaku buruk.Tidak semua jenis jin
buruk,seperti halnya bangsa manusia. Kalaupun ada
manusia yang punya masalah dengan jin,itu di
akibatkan oleh ulah manusia itu sendiri karena
tidak memahami aturan-aturan hidup dunia jin.

TErima kasih sudah membaca, like seikhlasnya saja
ya ...

Foto: === Kisah-Kisah Mistis di Kampung Setan, Sinjai
Utara ===

~* Like Dulu Sebelum Baca, OKESIP *~

Kampung Setan memang terdengar sangat asing,
namun bagi masyarakat kelurahan Alehanuae dan
sekitarnya tidak asing lagi. Kampung setan adalah
nama salah satu tempat yang adanya di Kelurahan
Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten
Sinjai.
Tak jelas siapa yang pertama kali memberinya nama
Kampung Setan.Yang jelasnya sesuai keterangan
beberapa masyarakat yang kami temui, ada
sejumlah kisah misteri yang bersumber dari
kampung tersebut. Di sekitar kampung itu terdapat
sejumlah rumah panggung penduduk yang letaknya
saling berjauhan.
Sekitar 35 tahun yang lalu Asbar (45 th) pernah
tinggal bersama neneknya di kampung itu sekitar 2
tahun lamanya. Ketika itu berbagai pengalaman
mistik yang Asbar rasakan, namun belum mengerti
sama sekali arti dari setiap kejadian yang di
alaminya. Misalnya suatu ketika diajak bersama
kakak sepupu pergi mencari buah mangga masak
dimalam hari bersama anak-anak kampung
setempat, kebetulan waktu itu lagi musim mangga
dan sudah menjadi kegembiraan anak-anak
setempat mencari buah mangga yang jatuh dimalam
hari.
“Saya masih ingat ketika itu karena malam semakin
larut,teman-teman pada tidur semua di bawa pohon
mangga,tinggallah saya seorang yang tidak bisa
memejamkan mata ,entah apa sebabnya.Tiba-tiba
terdengar suara mangga yang jatuh di tengah
semak belukar,saya pun berlari menuju tempat
jatuhnya mangga tersebut dengan membawa obor
yang terbuat dari daun kelapa yang telah di anyam.
Setelah merasa yakin dengan apa yang saya lihat,
mangga itu lalu saya raih” Ujar Asbar kepada Mitos.
“Setelah meraih mangga yang ada dihadapan saya,
ternyata bukan mangga melainkan kepala manusia
kerdil yang tidak memiliki jasad, kepala itu saya
pandangi, seketika dia tersenyum pandangannya
tajam memancarkan aura merah, saya terdiam
seribu bahasa bagaikan terhipnotis seluruh
persendianku kaku di buatnya” Lanjutnya.
“Sayapun meletakkan kepala itu ke tanah dan tiba-
tiba berguling lalu lenyap di tengah kegelapan
malam. Pengalaman ini tidak pernah menjadi sebuah
perenungan buat saya, sebab mungkin ketika itu
masih kanak-kanak.Setelah sedikit mempelajari
ilmu keghaiban saat dewasa,barulah saya mengerti
bahwa ketika itu yang saya temui adalah mahluk
ghaib yang mendiami kampung setan.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepatnya,apa
yang saya alami sudah 35 tahun berlalu,baru
sekarang tergerak hati saya kembali menyusuri
misteri di balik pengalaman masa kecil dulu” Kenang
Asbar menutup kisah masa kecilnya.
Beberapa warga setempat yang ditemui Mitos dan
menanyakan prihal penamaan kampung setan yang
menarik untuk diketahui pembaca mitos.
Puang katang (70 th) salah satunya yang banyak
tahu,sekaligus berfrofesi sebagai dukun kampung
yang sering dimintai bantuannya jika ada warga
yang kesurupan jin atau ruh-ruh gentayangan.Men
urut keterangan yang kami peroleh,bahwa tidak ada
yang mengetahui dengan pasti sejak kapan adanya
penamaan kampung setan itu,yang jelas katanya
dahulu kala ada warga yang sempat melihat
rombongan wanita cantik berpakaian serba kuning
menurungi bukit menuju sebuah sumur tua yang
adanya di tepi hutan kampung. Setelah mereka
semua tiba di sumur seketika lalu lenyap entah ke
mana perginya, saat itulah masyarakat menamainya
sumur setan yang adanya di kampung setan.
“Bahwa ada salah seorang warga yang sakrat di
akibatkan oleh ulah jin yang mendiami kampung
itu,hanya disebabkan orang tuanya pernah
menebang pohon besar yang merupakan tempat
tinggal jin di sekitar halaman rumahnya.beruntung
berkat pertolongan Allah akhirnya orang itu dapat
di sembuhkan” Ujar Puang Katang ketika ditemui
oleh Wartawan Mitos dikediaman anaknya. Pada
malam harinya Dia bermimpi bertemu dengan dua
orang wanita mengenakan mukena berjalan menuju
Masjid.
Wanita itu lalu menyapa Puang Katang dengan nada
menampakkan kebencian, katanya: “ seandainya
kamu tidak mengobati Asri [nama anak yang sakit],
kami sudah membunuhnya, tapi kali ini hanya
peringatan buat siapa saja yang sewenang-wenang
menebang pohon tanpa terlebih dahulu meminta
izin”.
Lanjut katanya: “kalau kalian mau menebang
pohon,minta izin dengan cara menyandarkan sebuah
kapak yang di letakkan pada pohon yang akan di
tebang cara terbalik, artinya tajamnya bersandar
pada pohon dan pemegangnya di bawah, lalu berdoa
dengan menyebut nama Allah serta bershalawat
kepada baginda Rasulullah mohon kiranya penghuni
pohon ini dapat di pindahkan ke tempat yang jauh
dan tidak mengganggu, setelah itu biarkan kapak
itu sampai semalam. Keesokan harinya jika
kapaknya rebah, itu pertanda permintaan di
kabulkan dan silahkan di tebang. Kalau tidak ,
jangan di lanjutkan sebab dapat mendatangkan
musibah bagi yang menebangnya” Tegas wanita itu
memberikan peringatan kepada Puang Katang.
Lain halnya yang di alami Suke salah seorang warga
yang memiliki sebuah kebun letaknya tidak jauh
dari sumur setan. “Ketika itu jam 12 siang, Saya
lagi beraktifitas di kebunnya tiba-tiba di melihat
sosok wanita cantik berpakaian kuning berjalan
mendekatinya, dengan perasaan takut tanpa pikir
panjang Saya langsung mengambil langkah seribu
berlari meninggalkan semua peralatan yang ku bawa
dan anehnya wanita itu terus mengejarku. Sampai
di rumahku, wanita itu menghilang” Ujar Suke
Kepada Wartawan Mitos.
Sejak peristiwa itu Suke tidak lagi berani bekerja
di kebunnya seorang diri.
Dari berbagai sumber yang mitos temukan, pada
kesimpulannya kampung setan umumnya di huni
jenis jin yang mayoritas berjenis kelamin wanita,
dan memiliki seorang Ratu. Dahulu kala sampai saat
ini umumnya masyarakat pedesaan ,ketika
menemukan hal-hal yang bersifat ghaib di
katakannya setan.
Padahal penamaan Syethan dalam konsep ajaran
Agama Islam adalah jenis mahl uk Ghaib ciptaan
Allah yang tidak dapat terlihat dengan pandangan
mata biasa, tetapi dengan menggunakan pandangan
mata bathin, mahluk dari golongan bangsa jin yang
punya prilaku buruk.Tidak semua jenis jin
buruk,seperti halnya bangsa manusia. Kalaupun ada
manusia yang punya masalah dengan jin,itu di
akibatkan oleh ulah manusia itu sendiri karena
tidak memahami aturan-aturan hidup dunia jin.

TErima kasih sudah membaca, like seikhlasnya saja
ya ...

vaan
Seram! Boneka Sadi Tak Mau Pergi
Dari Pemiliknya Meskipun Sudah
Dibuang

Sebuah boneka bernama Sadi telah
lama terlupakan, hingga sekitar 3
minggu yang lalu, nyonya Welch
menemukannya dalam lemari di
rumahnya. Rupanya, ada yang
berbeda dari boneka berambut
keriting ini.
Sadi, begitu boneka ini diberi nama.
Boneka ini sebenarnya milik kakak
nyonya Welch sejak 40 tahun yang
lalu. Boneka ini dibeli ibu nyonya
Welch untuk putrinya tersebut.
Namun, banyak kejadian aneh
menyertai kehadiran boneka
berkulit pucat dan bermata bulat
tersebut. Bahkan, saat baru-baru
ini ditemukan dan dikeluarkan dari
plastik pembungkusnya, keluarga
Nyonya Welch tiba-tiba menjadi
sakit secara bersamaan.
Sejak lama, keluarga Nyonya welch
yang tinggal di Queensland,
Australia telah mencoba
membuangnya, namun si boneka
tetap saja ada di sekitar mereka.
Terakhir saat akan membuangnya,
suami Nyonya Welch mengambilnya
kembali dari tempat sampah dan
mengatakan boneka ini imut dan
tak perlu dibuang. Kejadian ini
seperti De Ja Vu bagi Nyonya
Welch, pasalnya, saat ibu dari
Nyonya Welch ingin membuang
boneka ini, ayah Nyonya Welch
juga melarangnya dengan alasan
yang sama.
Nyonya Welch juga pernah
mengunggah kisah si boneka di
Facebook, postingan itu mendapat
sangat banyak respon sehingga
akhirnya dihapus. Menurut
pengguna Facebook, boneka Sadi
mirip dengan boneka Chucky dalam
film horror.
Kini Nyonya Welch tidak lagi
berniat membuang boneka Sadi
setelah apa yang terjadi
menurutnya boneka ini tidak
dirasuki.
"Aku tidak berpikir boneka ini
dihantui, aku hanya berpikir dia
memiliki sedikit nyawa," ungkapnya

chacha

Foto: Seram! Boneka Sadi Tak Mau Pergi
Dari Pemiliknya Meskipun Sudah
Dibuang

Sebuah boneka bernama Sadi telah
lama terlupakan, hingga sekitar 3
minggu yang lalu, nyonya Welch
menemukannya dalam lemari di
rumahnya. Rupanya, ada yang
berbeda dari boneka berambut
keriting ini.
Sadi, begitu boneka ini diberi nama.
Boneka ini sebenarnya milik kakak
nyonya Welch sejak 40 tahun yang
lalu. Boneka ini dibeli ibu nyonya
Welch untuk putrinya tersebut.
Namun, banyak kejadian aneh
menyertai kehadiran boneka
berkulit pucat dan bermata bulat
tersebut. Bahkan, saat baru-baru
ini ditemukan dan dikeluarkan dari
plastik pembungkusnya, keluarga
Nyonya Welch tiba-tiba menjadi
sakit secara bersamaan.
Sejak lama, keluarga Nyonya welch
yang tinggal di Queensland,
Australia telah mencoba
membuangnya, namun si boneka
tetap saja ada di sekitar mereka.
Terakhir saat akan membuangnya,
suami Nyonya Welch mengambilnya
kembali dari tempat sampah dan
mengatakan boneka ini imut dan
tak perlu dibuang. Kejadian ini
seperti De Ja Vu bagi Nyonya
Welch, pasalnya, saat ibu dari
Nyonya Welch ingin membuang
boneka ini, ayah Nyonya Welch
juga melarangnya dengan alasan
yang sama.
Nyonya Welch juga pernah
mengunggah kisah si boneka di
Facebook, postingan itu mendapat
sangat banyak respon sehingga
akhirnya dihapus. Menurut
pengguna Facebook, boneka Sadi
mirip dengan boneka Chucky dalam
film horror.
Kini Nyonya Welch tidak lagi
berniat membuang boneka Sadi
setelah apa yang terjadi
menurutnya boneka ini tidak
dirasuki.
"Aku tidak berpikir boneka ini
dihantui, aku hanya berpikir dia
memiliki sedikit nyawa," ungkapnya

chacha
Atlantis: Paradise Lost?

 www.anehdidunia.com

Dikatakan bahwa jauh sebelum peradaban Summerian, terdapat sebuah peradaban besar yang berada di Samudera Atlantik. Itu adalah surga, di mana peradaban modern melebihi saat ini berada di puncaknya. Tapi kemudian gunung berapi meletus dan peradaban Seluruhnya menghilang.

Kisah peradaban Atlantis pertama kali diceritakan oleh Plato, seorang filsuf Yunani. Tapi seberapa jauh kita bisa percaya Plato? Ini adalah sebuah pertanyaan yang banyak dicetuskan. Setelah Atlantis hilang? Mengapa kita tidak memiliki bukti historis? Atau cerita Plato sebuah fabel?

Benar atau fiksi? Mitos atau realitas? Ini adalah pertanyaan yang banyak terinspirasi untuk melakukan penelitian. Namun kebenaran tidak diketahui, tak terhitung.